Sabtu, 18 April 2015

Sebelah tangan

Dinding ini telah berdiri kembali. setelah runtuh di hantam kerasnya badai hujan dan terik matahari , lalu siapa pun bisa berlindung di bawah dinding itu , aku bertanya tanya ' apakah engkau dibangun atau membangun dengan sendiri nya ' lalu setahun setelah dinding itu berdiri kembali dia mulai tergoyak kembali karena gempa dahsyat. yang membuatnya runtuh kembali , dan sejenak aku perhatikan dinding itu dibangun kembali oleh seorang anak kecil yang hanya punya satu tangan , aku perhatikan betapa teliti nya ia membangun satu per satu bata disusun oleh nya. Aku menghampiri dia , dan aku tanya ' apakah engkau tidak lelah ? ' dia menjawab ' tidak, aku tahu dinding ini tidak berarti apa apa. Tetapi aku tau dinding ini menyimpan banyak kenangan kecil bagiku ' lantas aku diam , melihat kegigihan seorang anak kecil yang selalu pantang menyerah memperjuangkan kenangan kecil nya di dinding itu. Anda pasti berfikir ' anak itu saja bisa menyimpan kenangan dengan memperjuangkannya , lalu mengapa kita tidak bisa ? Ini bukan soal cinta atau perasaan tetapi ini soal memperjuangkan apa yang dulu ia dapatkan dan mengenang nya dengan baik .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar