Sudah dua minggu terakhir ini hidupku penuh kelesuhan mendalam entah datang dari mana , yang pasti semangat hidupku menurun drastis. Aku masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara , seling waktu berlalu tidak terasa aku sudah menganjak 16th . disinilah aku beranjak dewasa dan berfikir lebih panjang untuk melakukan sesuatu, dan akupun pernah mengalami pengalaman kisah yang pahit mendalam , aku berkenalan dengan anak perempuan , perempuan itu seumuran denganku, singkat cerita , aku menjalin hubungan manis denganya namun tak semanis yang ku kira. Baru seminggu kami menjalani hubungan ini ada saja masalah yang datang entah dari manapun asalnya, lalu lima hari kemudian hubungan kami berakhir . entah apa sebab nya aku tak tahu yang pasti dia tidak menaruh semua perasaan nya padaku lalu beberapa minggu kemudian, aku melihat dia sedang berjalan dengan lelaki lain yang 'mungkin' itu pasangan baru nya. Aku tidak langsung menanyakan dan tidak akan mau menanyakan, toh aku bukan siapa siapa dia lagi kan ?. Dan selang beberapa hari aku mendapat kabar dari teman sebaya nya dan ternyata benar perkiraanku , itu adalah pasangan baru nya , akupun semakin tak bersemangat menjalani keseharianku . Mungkin sudah tak asing dengan pribahasa "satu mati tumbuh seribu" itulah yang kini sedang aku rasakan, memang rasa kecewa dan kesal itu ada tetapi ada hikmah dibalik kekecewaan itu. Tidak semua rasa kecewa itu akan mendalam selamanya , analogi sederhana nya adalah , jika manusia menyelami air tidak selama nya manusia itu bisa bertahan di dalam air itu , karna manusia masih butuh bernafaa di udara terbuka . itu sama dengan perasaan kecewa , mereka datang sementara lalu pergi dengan bebas ke udara yang lepas.
Rabu, 29 April 2015
Sabtu, 18 April 2015
Sebelah tangan
Dinding ini telah berdiri kembali. setelah runtuh di hantam kerasnya badai hujan dan terik matahari , lalu siapa pun bisa berlindung di bawah dinding itu , aku bertanya tanya ' apakah engkau dibangun atau membangun dengan sendiri nya ' lalu setahun setelah dinding itu berdiri kembali dia mulai tergoyak kembali karena gempa dahsyat. yang membuatnya runtuh kembali , dan sejenak aku perhatikan dinding itu dibangun kembali oleh seorang anak kecil yang hanya punya satu tangan , aku perhatikan betapa teliti nya ia membangun satu per satu bata disusun oleh nya. Aku menghampiri dia , dan aku tanya ' apakah engkau tidak lelah ? ' dia menjawab ' tidak, aku tahu dinding ini tidak berarti apa apa. Tetapi aku tau dinding ini menyimpan banyak kenangan kecil bagiku ' lantas aku diam , melihat kegigihan seorang anak kecil yang selalu pantang menyerah memperjuangkan kenangan kecil nya di dinding itu. Anda pasti berfikir ' anak itu saja bisa menyimpan kenangan dengan memperjuangkannya , lalu mengapa kita tidak bisa ? Ini bukan soal cinta atau perasaan tetapi ini soal memperjuangkan apa yang dulu ia dapatkan dan mengenang nya dengan baik .
Minggu, 05 April 2015
Senja di batavia
April , 2015
Menikmati indah nya alunan keroncong di batavia.
pagi, cuaca batavia di sambut dengan mentari yang bermanjakan kehangatan , bersama kerumunan orang yang ingin mencari sesuap nasi untuk melanjutkan hidup ,
Siang, seiring berjalan nya waktu matahari pun tiba di tempatNya , bapak petugas pun tak ragu untuk berkumpul bersama juru parkir , untuk berteduh sejenak sembari bertukar pikiran ,
Sore , tiba saat nya untuk berpamitan dengan mentari , kembali pulang berkumpul dengan keluarga. Dengan bersusah payah mengantri tiket krl , namun perjuangan tak sampai disitu. Saat di dalam kereta pun aku harus berjuang bahkan bila ingin bergerak pun sangat susah , lalu saat sampai di setasiun krl aku lega dan aku mengucap syukur kepada tuhan karena Nya aku masih Bisa menikmati indahnya sore yang cerah ini .
Malam, di saat semua bintang bertaburan di atas langit bagai mutiara di dalam samudra. Aku selalu melihat indahnya bulan dan bintang bersamaan , angan ini selalu berharap seperti angkasa yang dapat mencengkram erat bintang dan segala isinya.
Rabu, 01 April 2015
Tepian hujan
Serintik hujan membasahi bumi , seiring berjalan nya waktu hati ini tak mungkin sanggup membangun dinding nya sendiri . karena setiap saat aku selalu memikirkan mengapa harus ada cinta dan perpisahan ,,, memiliki itu tak mengenal status dan menyayangi itu tak perlu pakai status karena , cinta dan kasih sayang itu datang dari perasaan bukan sekedar nafsu semata. Sama hal nya seperti hujan yang jatuh ke bumi ini , mereka datang dari lautan dan diangkat keatas awan lalu kembali turun ke bumi , artinya cinta itu akan datang sendiri dan jatuh kembali ketempat semula. Mungkin itulah namanya cinta dan perpisahan ia datang dan pergi sesuka hati tak memikirkan apa yang terjadi disini . to be continued .....