Rabu, 29 April 2015

Satu gugur tumbuh seribu

Sudah dua minggu terakhir ini hidupku penuh kelesuhan mendalam entah datang dari mana , yang pasti semangat hidupku menurun drastis. Aku masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara , seling waktu berlalu tidak terasa aku sudah menganjak 16th . disinilah aku beranjak dewasa dan berfikir lebih panjang untuk melakukan sesuatu, dan akupun pernah mengalami pengalaman kisah yang pahit mendalam , aku berkenalan dengan anak perempuan , perempuan itu seumuran denganku, singkat cerita , aku menjalin hubungan manis denganya namun tak semanis yang ku kira. Baru seminggu kami menjalani hubungan ini ada saja masalah yang datang entah dari manapun asalnya, lalu lima hari kemudian hubungan kami berakhir . entah apa sebab nya aku tak tahu yang pasti dia tidak menaruh semua perasaan nya padaku lalu beberapa minggu kemudian, aku melihat dia sedang berjalan dengan lelaki lain yang 'mungkin' itu pasangan baru nya. Aku tidak langsung menanyakan dan tidak akan mau menanyakan, toh aku bukan siapa siapa dia lagi kan ?. Dan selang beberapa hari aku mendapat kabar dari teman sebaya nya dan ternyata benar perkiraanku , itu adalah pasangan baru nya , akupun semakin tak bersemangat menjalani keseharianku . Mungkin sudah tak asing dengan pribahasa "satu mati tumbuh seribu" itulah yang kini sedang aku rasakan, memang rasa kecewa dan kesal itu ada tetapi ada hikmah dibalik kekecewaan itu. Tidak semua rasa kecewa itu akan mendalam selamanya , analogi sederhana nya adalah , jika manusia menyelami air tidak selama nya manusia itu bisa bertahan di dalam air itu , karna manusia masih butuh bernafaa di udara terbuka . itu sama dengan perasaan kecewa , mereka datang sementara lalu pergi dengan bebas ke udara yang lepas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar